on . Hits: 315

AREA II PENATAAN TATALAKSANA

 

Tujuan

Penataan Tatalaksana dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien dan terukur. (Penataan Sistem)

Target

  1. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi dalam proses penyelenggaraan manajemen pada Satker ZI menuju WBK/WBBM;
  2. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas proses manajemen pada Satker ZI menuju WBK/WBBM;
  3. Meningkatnya kinerja satker pada Satker ZI menuju WBK/WBBM;

Langkah yang Dilakukan

Untuk mencapai target diatas, Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan

  1. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Tujuan adanya SOP ini adalah:

  1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan aparatur dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
  2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang aparatur atau pelaksana dalam menjalankan tugasnya;
  3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual aparatur dan organisasi secara keseluruhan;
  4. Membantu aparatur menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari- hari;
  5. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas;
  6. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan aparatur cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan;
  7. Menjamin konsistensi pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, waktu dan prosedur;
  8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi aparatur;
  9. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas.

Upaya yang telah dilakukan

  1. Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah menyusun dan menetapkan Standar Operasional Prosedur yang mengacu pada tugas dan fungsi Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung serta aturan-aturan yang berlaku;
  2. Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah mensosialisasikan dan menerapkan seluruh SOP yang telah ditetapkan;
  3. Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SOP secara berkala;

Penerapaan SOP ini menghasilkan perubahan sebagai berikut :

  1. Para pejabat dan pelaksana PTA Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya bekerja tanpa SOP yang jelas, menjadi bekerja sesuai SOP yang jelas;
  2. Pelaksanaan pekerjaan yang asalnya tidak terukur, menjadi lebih terukur dan sesuai SOP;
  3. Kinerja Satker telah Meningkat.
  1. Penerapan E-Office

Tujuan penerapan E-Office ini adalah

  1. Adanya Sistem Pengukuran Kinerja satker terukur dengan baik menggunakan teknologi informasi
  2. Adanya Manajemen SDM yang menggunakan teknologi informasi
  3. Adanya Pelayanan Publik yang menggunakan teknologi informasi

Untuk mencapai tujuan diatas Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan:

  1. Sistem Pengukuran Kinerja Satker menggunakan Teknologi Informasi

Diantaranya :

  1. Penggunaan aplikasi SIPP Banding sebagai media pengelolaan informasi perkara banding dan pengukuran terhadap penyelesaian perkara banding
  2. Penggunaan aplikasi SIKEP dan ABS (Aplikasi Backup SIKEP) sebagai media pengelolaan data pegawai dan monitoring kelengkapan data pegawai
  3. Aplikasi Elektronik Monitoring dan Evaluasi (e-Monev)
  4. Aplikasi Pengawasan Melalui CCTV Online (ACO)
  5. Inovasi Aplikasi:
    1. Aplikasi Sistem Informasi Pembinaan dan Pengawasan (SIBINWAS)
    2. Aplikasi Sistem Informasi Statistik Perkara (SITARA)
    3. Aplikasi Monitoring Pegawai (MonPeg)
    4. Aplikasi Monitoring Cuti (MONTI)
  1. Manajemen SDM yang menggunakan teknologi informasi

Diantaranya:

  1. Penggunaan Aplikasi SIKEP dan ABS (Aplikasi Backup SIKEP) untuk pengelolaan Data Pegawai
  2. Penggunaan Aplikasi SIPP dalam pengelolaan data tenaga teknis peradilan
  3. Pengelolaan Data Pegawai pada Aplikasi SAPK BKN
  4. Inovasi Aplikasi:
    1. Aplikasi Sistem Informasi Pembinaan dan Pengawasan (SIBINWAS)
    2. Aplikasi Sistem Informasi Statistik Perkara (SITARA)
    3. Aplikasi Monitoring Pegawai (MONPEG)
    4. Aplikasi Monitoring Cuti (MONTI)
  1. Pelayanan Publik yang menggunakan teknologi informasi

Diantaranya:

  1. Adanya website Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung
  2. Informasi perkara pada Website PTA Kepulauan Bangka Belitung
  3. Informasi perkara pada aplikasi Banding Mahkamah Agung RI
  4. Adanya aplikasi PTSP Online
  5. Inovasi Aplikasi:
    1. Aplikasi Sistem Informasi Pembinaan dan Pengawasan (SIBINWAS)
    2. Aplikasi Sistem Informasi Statistik Perkara (SITARA)
    3. Aplikasi Monitoring Pegawai (MONPEG)
    4. Aplikasi Monitoring Cuti (MONTI)
  1. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM dan pemberian layanan publik

Penerapaan E-Office ini menghasilkan perubahan sebagai berikut :

  1. Sistem pengukuran yang sebelumnya belum berbasis TI (manual), saat ini berbasis teknologi informasi;
  2. Seluruh steakholder yang ada di PTA Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya belum memahami dan melaksanakan operasionalisasi TI, menjadi paham dan mampu melakukan pekerjaan dengan berbasis TI;
  3. Terlaksananya monitoring dan evaluasi terhadap sistem dan manajemen sumber daya manusia (SDM) dengan menggunakan TI;
  1. Keterbukaan Informasi Publik

Tujuan adanya keterbukaan informasi publik sebagai berikut :

  1. Tersedianya informasi yang memadai dengan berbagai infrastruktur dan konten yang memadai yang diikuti dengan sikap keterbukaan dan mekanisme prosedur;
  2. Terdapat kebijakan pimpinan dalam penerapan keterbukaan informasi publik;
  3. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dalam penerapan keterbukaan informasi publik.

Untuk mencapai tujuan diatas Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan

  1. Menyediakan sarana keterbukaan informasi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Website Pengadilan, Media Sosial, PTSP Online, dan Banner
  2. Menetapkan jenis-jenis informasi dan standar layanan informasi
  3. Menyediakan sarana pengaduan melalui PTSP
  4. Melalukan Evaluasi dan Monitoring secara berkala

 

PENATAAN TATALAKSANA

LINK

1.

Prosedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama

 
 

a.

Apakah SOP mengacu pada peta proses bisnis instansi?

  Lihat Dokumen 

 

b.

Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkan?

  Lihat Dokumen

 

c.

Prosedur operasional tetap (SOP) telah dievaluasi?

  Lihat Dokumen

2.

E-Office

 
 

a.

Apakah sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi?      

  Lihat Dokumen

 

b.

Apakah operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasi?      

  Lihat Dokumen

 

c.

Apakah pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi informasi?

  Lihat Dokumen

 

d.

Apakah telah dilakukan monitoring dan dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik?

  Lihat Dokumen

3.

Keterbukaan Informasi Publik

 
 

a.

Kebijakan tentang keterbukaan informasi publik telah diterapkan?

  Lihat Dokumen

Lihat Video

 

b.

Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik?

  Lihat Dokumen

Tautan Aplikasi

Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung @ 2021